Setiap Muslim yang telah selesai menunaikan sholat wajib (fardhu) sangat dianjurkan untuk tidak buru-buru beranjak dari tempat duduknya. Momen setelah salam adalah waktu emas untuk berdzikir kepada Allah SWT — sebuah amalan ringan namun berbobot luar biasa di sisi-Nya. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas keutamaan dzikir setelah sholat wajib beserta dalil-dalil hadits shahih, lengkap dengan teks Arab, latin, dan artinya.
Pengertian Dzikir Setelah Sholat
Dzikir secara bahasa berasal dari kata dzakara (ذَكَرَ) yang berarti mengingat atau menyebut. Secara istilah, dzikir adalah segala bentuk ucapan, gerakan, maupun keadaan hati yang mengarahkan seorang hamba untuk selalu mengingat Allah SWT. Dzikir setelah sholat wajib adalah amalan dzikir yang dilaksanakan tepat seusai mengucapkan salam pada akhir sholat fardhu (Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya).
Amalan ini sangat dianjurkan dalam syariat Islam karena waktu setelah sholat merupakan waktu yang mustajab — doa dan dzikir lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW secara konsisten mengajarkan bacaan-bacaan dzikir tertentu usai sholat, dan para sahabat pun mewarisi kebiasaan mulia ini kepada generasi setelahnya.
✦ ✦ ✦
Dalil Al-Qur'an tentang Dzikir
Allah SWT memerintahkan dzikir setelah sholat secara jelas dalam Al-Qur'an. Di antaranya dalam Surah Al-A'raf ayat 205:
وَاذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّخِيْفَةً وَّدُوْنَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِ وَلَا تَكُنْ مِّنَ الْغٰفِلِيْنَ
Wadzkur rabbaka fī nafsika taḍarru'an wa khīfatan wa dūna al-jahri minal-qawli bil-ghuduwwi wal-āṣāli wa lā takun minal-ghāfilīn
Artinya: "Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai." (QS. Al-A'raf: 205)
Selain itu, dalam Surah Al-Ahzab ayat 41–42, Allah SWT juga berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا ۙ وَّسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا
Yā ayyuhallażīna āmanużkurullāha żikran kaṡīrā, wa sabbiḥūhu bukratan wa aṣīlā
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang." (QS. Al-Ahzab: 41-42)
Kedua ayat di atas menjadi landasan kuat bahwa berdzikir — termasuk setelah sholat wajib — adalah kewajiban moral setiap mukmin. Perintah ini bukan sekadar anjuran ringan, melainkan seruan langsung dari Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
📿
Artikel Terkait
Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Sesuai Sunnah (Arab, Latin, Artinya Lengkap)
10 Keutamaan Dzikir Setelah Sholat Wajib
Para ulama dan ahli hadits telah merangkum berbagai keutamaan besar dari amalan dzikir setelah sholat wajib. Berikut adalah sepuluh keutamaan utama yang bersumber dari hadits-hadits shahih:
1
Menghapus Dosa-Dosa Kecil
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa membaca tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing 33 kali, kemudian dilengkapi dengan kalimat tauhid, dapat menghapus dosa-dosa meskipun sebanyak buih di lautan. Ini adalah keutamaan yang luar biasa bagi seorang Muslim yang rutin melakukannya.
2
Dijamin Masuk Surga
Dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa bertasbih kepada Allah setiap selesai sholat tiga puluh tiga kali, lalu mengucapkan kalimat tauhid, maka diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih lautan.
3
Mendapat Perlindungan dari Setan
Membaca Ayat Kursi setelah setiap sholat fardhu menjadi perisai kuat dari gangguan jin dan setan. Rasulullah SAW menegaskan bahwa tidak ada yang menghalangi seorang yang rutin membacanya masuk surga kecuali kematian.
4
Amalan yang Paling Dicintai Allah
Dzikir adalah amalan yang paling dicintai Allah SWT. Setelah sholat merupakan momen paling tepat karena hati masih dalam keadaan suci dan khusyuk, sehingga dzikir yang diucapkan lebih berbobot dan bernilai tinggi di sisi-Nya.
5
Memperkuat Iman dan Tauhid
Setiap kali seorang Muslim mengucapkan La ilaha illallah, ia memperbarui ikrar tauhidnya kepada Allah. Ini memperkuat fondasi iman dan menjaga hati dari godaan syirik maupun kufur yang bisa merasuk kapan saja.
6
Mendapat Ketenangan Hati
Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28 bahwa hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. Dzikir setelah sholat adalah salah satu cara paling efektif untuk mendapatkan ketenangan jiwa di tengah kesibukan duniawi.
7
Mendapat Rahmat dan Ampunan Allah
Istighfar yang diucapkan setelah sholat — khususnya tiga kali — adalah bentuk pengakuan dosa dan permohonan ampun yang sangat dianjurkan. Allah SWT Maha Pengampun dan sangat mencintai hamba yang selalu bertobat kepada-Nya.
8
Dilipatgandakan Pahalanya
Setiap huruf dzikir yang diucapkan dengan ikhlas akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah, bahkan hingga 700 kali lipat atau lebih. Ini menjadikan dzikir setelah sholat sebagai investasi akhirat yang tidak ternilai harganya.
9
Menjaga Kontinuitas Ibadah
Dzikir setelah sholat berfungsi sebagai "jembatan" ibadah antara satu sholat dengan sholat berikutnya. Dengan berdzikir, seorang Muslim tetap terhubung dengan Allah meskipun ia sudah kembali menjalani aktivitas duniawi.
10
Menggugurkan Kemiskinan Spiritual
Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa orang yang lemah adalah orang yang tidak bisa memanfaatkan waktu setelah sholat untuk berdoa dan berdzikir. Sebaliknya, orang yang rutin berdzikir adalah orang yang kaya secara spiritual — hatinya selalu merasa cukup dan bersyukur.
✦ ✦ ✦
Hadits Shahih: Keutamaan Tasbih, Tahmid, dan Takbir
HR. Muslim No. 597
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda tentang keutamaan membaca tasbih, tahmid, dan takbir setelah sholat:
مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاةٍ ثَلاثًا وَثَلاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلاثًا وَثَلاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلاثًا وَثَلاثِينَ فَتِلْكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ ثُمَّ قَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
Artinya: "Barangsiapa bertasbih kepada Allah setelah setiap sholat tiga puluh tiga kali, dan bertahmid kepada Allah tiga puluh tiga kali, dan bertakbir kepada Allah tiga puluh tiga kali — sehingga berjumlah sembilan puluh sembilan — kemudian menggenapkannya menjadi seratus dengan ucapan: Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr — maka akan diampuni kesalahan-kesalahannya, meskipun sebanyak buih di lautan." (HR. Muslim No. 597)
Bacaan yang dimaksud dalam hadits di atas adalah sebagai berikut:
سُبْحَانَ اللّٰهِ
Subḥānallāh
Artinya: "Maha Suci Allah" — dibaca 33×
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ
Alḥamdulillāh
Artinya: "Segala puji bagi Allah" — dibaca 33×
اَللّٰهُ أَكْبَرُ
Allāhu Akbar
Artinya: "Allah Maha Besar" — dibaca 33×
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr
Artinya: "Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nyalah segala kerajaan dan pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." — dibaca 1×
Hadits Shahih: Keutamaan Membaca Ayat Kursi Setelah Sholat
HR. An-Nasa'i & Ibnu Hibban (Shahih)
Dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ إِلَّا أَنْ يَمُوتَ
Man qara'a āyatal kursiyyi fī duburi kulli ṣalātin maktūbatin lam yamna'hu min dukhūlil jannati illā an yamūta
Artinya: "Barangsiapa membaca Ayat Kursi setelah setiap sholat wajib, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian (yakni ia pasti masuk surga begitu meninggal)." (HR. An-Nasa'i dalam 'Amal Al-Yaum wal Lailah, dishahihkan Ibnu Hibban)
Ayat Kursi yang dimaksud adalah Surah Al-Baqarah ayat 255:
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ اِلَّا بِاِذْنِهِ ۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۗ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ اِلَّا بِمَا شَاۤءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهُ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul qayyūm, lā ta'khudzuhū sinatun wa lā nawm, lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man dżalladzī yasyfa'u 'indahū illā bi'idznih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min 'ilmihī illā bimā syā', wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm
Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apapun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar." (QS. Al-Baqarah: 255)
Hadits Shahih: Keutamaan Istighfar Setelah Sholat
HR. Muslim No. 591
Dari Tsauban radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Apabila Rasulullah SAW selesai dari shalatnya, beliau beristighfar tiga kali." Dalam riwayat lain disebutkan beliau membaca:
أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ، أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ، أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ
Astaghfirullāh, Astaghfirullāh, Astaghfirullāh
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah (3×)" (HR. Muslim No. 591)
Kemudian disambung dengan:
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Allāhumma antas-salāmu wa minkas-salāmu, tabārakta yā dżal-jalāli wal-ikrām
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah As-Salam (Maha Selamat dari segala kekurangan), dan dari-Mu datang keselamatan. Maha Berkah Engkau, wahai Dzat Pemilik Keagungan dan Kemuliaan." (HR. Muslim No. 591)
Mengapa Rasulullah SAW beristighfar setelah sholat, padahal beliau sudah ma'shum (terjaga dari dosa)? Para ulama menjelaskan bahwa hal ini mengajarkan kepada umatnya bahwa setiap manusia pasti memiliki kekurangan dalam sholatnya — baik dari sisi khusyuk, kualitas bacaan, maupun kehadiran hati. Maka istighfar menjadi penutup yang menyempurnakan ibadah sholat.
Hadits Shahih: Keutamaan La Ilaha Illallah Setelah Sholat
HR. An-Nasa'i, Shahih
Dari Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda tentang kalimat terbaik:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr
Artinya: "Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nyalah seluruh kerajaan dan segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." — dibaca 10× setelah Subuh dan Maghrib
Dalam hadits shahih riwayat An-Nasa'i disebutkan bahwa barangsiapa membaca kalimat ini sepuluh kali setelah Maghrib, Allah akan menuliskan baginya sepuluh kebaikan, menghapus sepuluh kesalahan, dan mengangkat derajatnya sebagaimana seseorang yang memerdekakan seorang budak.
Hadits Shahih: Fadilah Membaca Tasbih 33x, Tahmid 33x, Takbir 33x
HR. Bukhari No. 843 & Muslim No. 595
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَكَبَّرَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، فَتِلْكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ، وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ خُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
Artinya: "Barangsiapa bertasbih kepada Allah setelah setiap sholat tiga puluh tiga kali, bertakbir tiga puluh tiga kali, dan bertahmid kepada Allah tiga puluh tiga kali — sehingga berjumlah sembilan puluh sembilan — kemudian menggenapkannya menjadi seratus dengan La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir — maka akan diampuni kesalahan-kesalahannya walaupun sebanyak buih di lautan." (HR. Bukhari No. 843 & Muslim No. 595)
Hadits mulia ini diriwayatkan oleh dua imam hadits terbesar — Imam Bukhari dan Imam Muslim — yang keduanya merupakan kitab hadits paling shahih setelah Al-Qur'an. Ini menjadi bukti otentik betapa besar dan agungnya keutamaan yang dijanjikan bagi para pembaca dzikir ini.
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam kitab Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa para ulama berbeda pendapat: apakah dosa yang dihapus itu mencakup dosa besar atau hanya dosa kecil? Jumhur ulama berpendapat bahwa yang dihapus adalah dosa-dosa kecil, sedangkan dosa besar harus ditebus dengan taubat nasuha yang sungguh-sungguh.
📖
Baca Juga
Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Sesuai Sunnah (Arab, Latin, Artinya Lengkap)
FAQ: Pertanyaan Seputar Dzikir Setelah Sholat
Apakah dzikir setelah sholat wajib hukumnya?
Hukum dzikir setelah sholat adalah sunnah muakkadah — sangat dianjurkan. Rasulullah SAW selalu mengerjakannya dan tidak pernah meninggalkannya. Tidak ada ulama yang mewajibkannya, namun meninggalkannya secara terus-menerus tanpa uzur adalah kerugian besar.
Apakah dzikir harus dilakukan dengan suara keras atau pelan?
Para ulama membolehkan keduanya, namun yang lebih utama adalah dengan suara sedang — tidak terlalu keras hingga mengganggu orang lain, dan tidak terlalu pelan sehingga tidak terdengar sama sekali. Beberapa ulama menganjurkan pelan agar lebih khusyuk.
Bolehkah dzikir setelah sholat menggunakan tasbih (biji-bijian)?
Para ulama berbeda pendapat. Pendapat yang rajih (kuat) membolehkannya sebagai alat bantu menghitung, karena yang terpenting adalah bacaan dzikirnya itu sendiri. Namun lebih utama menggunakan ruas jari-jari tangan seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Apakah dzikir berjemaah setelah sholat dibolehkan?
Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebagian ulama membolehkan dzikir bersama-sama (jahr/keras) sebagai syiar Islam, sementara sebagian lainnya menganjurkan dzikir secara sendiri-sendiri. Yang terpenting adalah niat ikhlas dan kualitas bacaannya.
Kapan waktu membaca dzikir setelah sholat? Langsung setelah salam?
Ya, dzikir setelah sholat dimulai langsung setelah mengucapkan salam. Diawali dengan istighfar tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan dzikir-dzikir yang diajarkan Rasulullah SAW, dan ditutup dengan doa sesuai kebutuhan.
✦ ✦ ✦
✅ Kesimpulan
Dzikir setelah sholat wajib adalah amalan ringan namun berbobot sangat besar di sisi Allah SWT. Berdasarkan dalil-dalil hadits shahih dari Imam Bukhari, Muslim, An-Nasa'i, dan para imam hadits lainnya, kita mengetahui bahwa konsistensi dalam berdzikir usai sholat akan menghadirkan berbagai keutamaan: penghapusan dosa, perlindungan setan, jaminan surga, ketenangan hati, dan berlipat gandanya pahala.
Sebagai seorang Muslim, alangkah meruginya jika kita mengakhiri sholat hanya dengan salam lalu langsung beranjak pergi. Padahal hanya dengan beberapa menit tambahan untuk berdzikir, kita bisa meraih pahala yang luar biasa besarnya. Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk istiqamah dalam mengamalkan dzikir setelah sholat fardhu hingga akhir hayat kita.
Untuk mengetahui urutan dzikir setelah sholat secara lengkap dan terperinci sesuai sunnah, silakan kunjungi artikel berikut:
👉 Urutan Dzikir dan Doa Setelah Sholat Wajib yang Benar (Jangan Sampai Salah!)
0 Response to "Keutamaan Dzikir Setelah Sholat Wajib + Dalil Hadits Shahih"
Posting Komentar