Berapa Rakaat Sholat Dhuha? Penjelasan Lengkap 2–12 Rakaat Sesuai Sunnah Nabi SAW

Berapa Rakaat Sholat Dhuha? Penjelasan Lengkap 2–12 Rakaat Sesuai Sunnah Nabi berapa rakaat sholat dhuha

"Berapa rakaat sholat Dhuha?" — pertanyaan ini hampir selalu muncul dari siapa saja yang baru ingin memulai atau memperdalam amalan sholat Dhuha. Jawabannya tidak sesederhana yang dibayangkan, karena Rasulullah SAW mengajarkan berbagai jumlah rakaat dengan keutamaan yang berbeda-beda. Artikel dari Kumpulan Doa ini akan menjawab pertanyaan tersebut secara tuntas — dari jumlah minimal yang sah, jumlah yang paling sering diamalkan Nabi, hingga batas maksimal yang disebutkan dalam hadits — semua disertai dalil shahih, niat lengkap (Arab, Latin, Arti), dan panduan praktis pelaksanaannya.

📖 Panduan Lengkap: Cara Sholat Dhuha yang Benar — Niat, Tata Cara & Doa Baca panduan terlengkap tata cara sholat Dhuha dari awal hingga doa penutup →

Jawaban Singkat: Berapa Rakaat Sholat Dhuha?

Sebelum masuk ke penjelasan panjang, berikut jawaban ringkasnya:

✅ Ringkasan Jumlah Rakaat Sholat Dhuha:
  • Minimal: 2 rakaat (1 kali salam)
  • Paling dianjurkan: 4 rakaat (2 kali salam)
  • Paling sering Nabi lakukan: 8 rakaat (4 kali salam)
  • Maksimal: 12 rakaat (6 kali salam)
  • Cara pengerjaan: Selalu 2 rakaat per salam — tidak boleh 4 rakaat sekaligus
2
rakaat
Minimal
4
rakaat
Dianjurkan
6
rakaat
Sering Nabi
8
rakaat
Fathu Makkah
12
rakaat
Maksimal

Dalil Utama dari Hadits Shahih

Islam adalah agama ilmu — setiap amalan harus berlandaskan dalil yang kuat. Berikut hadits-hadits shahih yang menjadi landasan jumlah rakaat sholat Dhuha:

Dalil 2 Rakaat — Hadits Abu Hurairah RA

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ: أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ: صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَيِ الضُّحَى، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ

An Abî Hurayrata radhiyallâhu 'anhu qâla: awshânî khalîlî bi tsalâtsin: shiyâmi tsalâtsati ayyâmin min kulli syahr, wa rak'atayidh dhuhâ, wa an ûtira qabla an anâm.

Artinya: "Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: 'Kekasihku (Rasulullah SAW) mewasiatkan kepadaku tiga hal: puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat sholat Dhuha, dan sholat witir sebelum tidur.'"

📚 HR. Bukhari No. 1981, Muslim No. 721

Dalil 4 Rakaat — Hadits tentang Istana di Surga

مَنْ صَلَّى الضُّحَى أَرْبَعاً وَقَبْلَ الْأُولَى أَرْبَعاً بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

Man shallâdh dhuhâ arba'an wa qabla al-ûlâ arba'an buniya lahu baytun fil jannah.

Artinya: "Barangsiapa yang sholat Dhuha empat rakaat dan sebelum Zuhur empat rakaat, niscaya akan dibangunkan untuknya rumah di surga."

📚 HR. Thabrani — dinyatakan hasan oleh sejumlah ulama

Dalil 8 Rakaat — Hadits Ummu Hani' RA

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ بَيْتَهَا يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ فَصَلَّى ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ وَمَا رَأَيْتُهُ صَلَّى صَلَاةً قَطُّ أَخَفَّ مِنْهَا غَيْرَ أَنَّهُ كَانَ يُتِمُّ الرُّكُوعَ وَالسُّجُودَ

Annan nabiyya shallallâhu 'alayhi wa sallam dakhala baytahâ yawma fathil makkah fa shallâ tsamâniya raka'âtin wa mâ ra'aytuhu shallâ shalâtan qaththu akhaffa minhâ ghayra annahu kâna yutimmur rukû'a was sujûd.

Artinya: "Sesungguhnya Nabi SAW masuk ke rumahnya (Ummu Hani') pada hari Fathu Makkah, lalu beliau sholat delapan rakaat. Aku tidak pernah melihat beliau sholat yang lebih ringan dari itu, namun beliau tetap menyempurnakan rukuk dan sujudnya."

📚 HR. Bukhari No. 1103, Muslim No. 336

Dalil 12 Rakaat — Hadits tentang Keutamaan Terbesar

مَنْ حَافَظَ عَلَى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنَ الضُّحَى بَنَى اللّٰهُ لَهُ قَصْراً مِنْ ذَهَبٍ فِي الْجَنَّةِ

Man hâfazha 'alâ itsnatay 'asyarata rak'atan minadh dhuhâ, banallâhu lahu qashran min dzahabin fil jannah.

Artinya: "Barangsiapa yang menjaga (istiqamah) dua belas rakaat sholat Dhuha, Allah akan membangunkan untuknya istana dari emas di surga."

📚 HR. Tirmidzi No. 473, Ibnu Majah No. 1380 — dishahihkan oleh sebagian ulama

Penjelasan Lengkap Tiap Jumlah Rakaat

Mari kita telaah satu per satu setiap jumlah rakaat beserta dalil, keutamaan, dan konteks historisnya:

2

2 Rakaat — Jumlah Minimal yang Sah

Dua rakaat adalah titik awal dan jumlah minimal sholat Dhuha. Ini adalah jumlah yang secara eksplisit Rasulullah SAW wasiatkan kepada para sahabat beliau, termasuk Abu Hurairah RA dan Abu Dzarr Al-Ghifari RA. Meskipun jumlahnya kecil, dua rakaat ini sudah dinyatakan oleh Nabi SAW sebagai amalan yang mencukupi sedekah atas 360 sendi tubuh setiap harinya. Bagi pemula atau yang memiliki keterbatasan waktu, 2 rakaat adalah pilihan yang sempurna untuk memulai.

✅ Minimal & Cukup
4

4 Rakaat — Jumlah yang Sangat Dianjurkan

Empat rakaat adalah jumlah yang mendapat pujian khusus dalam beberapa hadits, salah satunya menyebutkan keutamaan dibangunkan rumah di surga. Para ulama dari berbagai madzhab menyebutkan 4 rakaat sebagai jumlah yang paling dianjurkan bagi mereka yang ingin mendapat keutamaan lebih. Dikerjakan dalam dua pasang: 2 rakaat + salam, lalu 2 rakaat + salam.

⭐ Sangat Dianjurkan
6

6 Rakaat — Amalan Rutin Rasulullah SAW

Enam rakaat adalah jumlah yang cukup sering dilakukan Rasulullah SAW dalam keseharian beliau berdasarkan beberapa riwayat. Aisyah RA pernah ditanya tentang sholat Dhuha Nabi, dan beliau menyebutkan bahwa Nabi terkadang mengerjakan empat rakaat dan menambah sekehendaknya. Para ulama memahami ini termasuk enam rakaat. Dikerjakan dalam tiga pasang: 2+2+2 rakaat masing-masing dengan salam.

🕌 Amalan Rutin Nabi
8

8 Rakaat — Diamalkan Saat Fathu Makkah

Delapan rakaat adalah jumlah terbanyak yang diriwayatkan secara paling shahih dari Rasulullah SAW, yaitu pada momen bersejarah Fathu Makkah (penaklukan kota Makkah). Hadits Ummu Hani' RA yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim secara tegas menyebutkan 8 rakaat. Karena keshahihan riwayatnya yang sangat kuat, banyak ulama menjadikan 8 rakaat sebagai jumlah yang paling afdhal secara dalil.

🏅 Paling Kuat Dalilnya
12

12 Rakaat — Batas Maksimal dengan Keutamaan Istana Emas

Dua belas rakaat adalah batas maksimal sholat Dhuha yang disebutkan dalam hadits. Hadits yang menyebutkan keutamaannya — yaitu dibangunkan istana emas di surga — diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah. Meskipun derajat haditsnya didiskusikan para ulama, amalan ini tetap bisa dikerjakan sebagai bentuk semangat ibadah. Dikerjakan dalam enam pasang: 2+2+2+2+2+2 rakaat masing-masing salam.

🏆 Maksimal — Istana Emas

Niat untuk Setiap Jumlah Rakaat

Karena sholat Dhuha dikerjakan 2 rakaat per salam, maka niatnya pun sama untuk setiap pasangan 2 rakaat — tidak peduli berapa total rakaat yang ingin dikerjakan. Berikut lafaz niatnya:

NIAT SHOLAT DHUHA — UNTUK SEMUA JUMLAH RAKAAT
أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatadh dhuhâ rak'ataini lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku niat sholat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta'ala."
📌 Cara Menggunakan Niat Ini:
  • Untuk 2 rakaat: baca niat ini 1 kali
  • Untuk 4 rakaat: baca niat ini 2 kali (di awal setiap pasang 2 rakaat)
  • Untuk 6 rakaat: baca niat ini 3 kali
  • Untuk 8 rakaat: baca niat ini 4 kali
  • Untuk 12 rakaat: baca niat ini 6 kali

Cara Mengerjakan Sholat Dhuha Sesuai Jumlah Rakaat

Satu hal yang paling sering disalahpahami adalah cara pengerjaan rakaat sholat Dhuha. Banyak yang mengira sholat Dhuha 4 rakaat dikerjakan seperti sholat Zuhur — empat rakaat sekali salam. Ini keliru.

⚠️ Perhatian Penting: Sholat Dhuha BUKAN seperti sholat Zuhur atau Ashar yang 4 rakaat langsung satu salam. Sholat Dhuha dikerjakan 2 rakaat 1 salam, kemudian diulang lagi untuk pasang rakaat berikutnya.

Skema Pengerjaan 4 Rakaat

1 Sholat pertama: Niat → Takbiratul Ihram → Rakaat 1 → Rakaat 2 → Tasyahhud Akhir → Salam

2 Sholat kedua: Niat → Takbiratul Ihram → Rakaat 3 → Rakaat 4 → Tasyahhud Akhir → Salam

3 Selesai: Dzikir → Doa Dhuha

Skema Pengerjaan 8 Rakaat

1 2 Rakaat → Salam

2 2 Rakaat → Salam

3 2 Rakaat → Salam

4 2 Rakaat → Salam

⬇ Dzikir & Doa Dhuha setelah semua selesai

💡 Bolehkah Istirahat di Antara Pasangan Rakaat?
Boleh. Tidak ada kewajiban mengerjakan semua rakaat tanpa jeda. Anda bisa mengerjakan 2 rakaat, beristirahat sebentar, lalu lanjut 2 rakaat berikutnya — asalkan masih dalam waktu Dhuha (belum masuk Zuhur).

Surat yang Dianjurkan Dibaca

Berapa pun rakaat yang dikerjakan, surat berikut sangat dianjurkan untuk selalu dibaca:

  • Rakaat Ganjil (1, 3, 5, 7, 11): Surah Asy-Syams (QS. 91) — tentang matahari dan jiwa
  • Rakaat Genap (2, 4, 6, 8, 12): Surah Ad-Dhuha (QS. 93) — tentang waktu Dhuha
  • Alternatif: Boleh membaca surat-surat pendek lainnya seperti Al-Ikhlas, Al-Kafirun, atau surat apa saja yang dihafal

Perbedaan Pendapat Ulama tentang Batas Rakaat

Para ulama dari berbagai madzhab memiliki pandangan yang sedikit berbeda mengenai batas jumlah rakaat. Berikut ringkasannya:

Madzhab / UlamaMinimalMaksimalYang Paling Afdhal
Madzhab Syafi'i 2 Tidak terbatas* 8 rakaat
Madzhab Hanafi 2 16 4 rakaat
Madzhab Maliki 2 8 2–4 rakaat
Madzhab Hanbali 2 8 2–8 rakaat
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah 2 12 8 rakaat (paling shahih)

*Madzhab Syafi'i dalam pendapat sebagian ulama menyebutkan 12 rakaat sebagai batasan berdasarkan hadits, namun ada yang berpendapat tidak ada batas tertentu karena ini sholat sunnah mutlak.

Kesimpulan Para Ulama Kontemporer:
Mayoritas ulama kontemporer seperti Syaikh Ibn Baz, Syaikh Ibn 'Utsaimin, dan Syaikh Al-Albani menyepakati bahwa jumlah maksimal yang memiliki dalil kuat adalah 8 rakaat (hadits Ummu Hani' dalam Bukhari-Muslim), sementara 12 rakaat berdasarkan hadits yang sanadnya lebih lemah namun tetap boleh diamalkan.

Rekomendasi Jumlah Rakaat Berdasarkan Kondisi

Tidak semua orang memiliki waktu dan kondisi yang sama. Berikut rekomendasi praktis jumlah rakaat berdasarkan situasi:

Kondisi AndaRakaat yang DianjurkanAlasan
Baru mulai / pemula 2 rakaat Bangun kebiasaan dulu; istiqamah lebih penting dari jumlah
Sudah terbiasa, waktu terbatas 2–4 rakaat Cukup untuk mendapat keutamaan inti sholat Dhuha
Ingin keutamaan optimal, waktu cukup 4–8 rakaat Menggabungkan keutamaan istana di surga dan dalil paling kuat
Sedang liburan / hari libur 8–12 rakaat Manfaatkan waktu luang untuk amalan maksimal
Ingin mengikuti sunnah persis Nabi 8 rakaat Dalil paling shahih: hadits Bukhari-Muslim (Ummu Hani')
🌟 Prinsip Terpenting: Rasulullah SAW bersabda, "Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling rutin (istiqamah) meskipun sedikit." (HR. Bukhari & Muslim). Lebih baik sholat Dhuha 2 rakaat setiap hari tanpa pernah absen, daripada 12 rakaat seminggu sekali.

Tabel Perbandingan Lengkap Semua Jumlah Rakaat

RakaatSalamKeutamaan UtamaSumber DalilTingkat Kesulitan
2 Sedekah 360 sendi; wasiat Nabi HR. Bukhari & Muslim ⭐ Mudah
4 Dibangunkan rumah di surga HR. Thabrani (hasan) ⭐⭐ Ringan
6 Amalan rutin Nabi, setara awwabin Riwayat dari Aisyah RA ⭐⭐ Ringan
8 Dalil paling shahih, Fathu Makkah HR. Bukhari & Muslim ⭐⭐⭐ Sedang
12 Istana emas di surga HR. Tirmidzi & Ibnu Majah ⭐⭐⭐⭐ Butuh Waktu

Setelah menentukan jumlah rakaat yang ingin dikerjakan, langkah selanjutnya adalah memahami tata cara pelaksanaannya secara lengkap — mulai dari niat, bacaan tiap gerakan, hingga doa penutupnya. Baca panduan lengkapnya di sini:

📖 Niat Sholat Dhuha Lengkap Panduan Mudah & Benar Panduan step-by-step terlengkap dari niat hingga salam dan doa setelah sholat Dhuha →

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Jumlah Rakaat Sholat Dhuha

❓ Apakah boleh sholat Dhuha 3 rakaat atau 5 rakaat?

Tidak dianjurkan. Sholat Dhuha dikerjakan dalam bilangan genap — 2, 4, 6, 8, atau 12 rakaat. Mengerjakan 3 atau 5 rakaat tidak sesuai dengan tuntunan sunnah Nabi SAW. Jika ingin lebih dari 2 rakaat, tambahkan 2 rakaat lagi hingga berjumlah genap.

❓ Bolehkah mengerjakan sholat Dhuha lebih dari 12 rakaat?

Para ulama berbeda pendapat. Mayoritas ulama madzhab Syafi'i berpendapat 12 rakaat adalah batas maksimal berdasarkan hadits. Sebagian ulama membolehkan lebih dari itu karena sholat Dhuha termasuk kategori sholat sunnah mutlak. Namun untuk keamanan dan kehati-hatian, lebih baik tidak melebihi 12 rakaat agar tetap dalam batas yang jelas berdasarkan dalil.

❓ Jika sudah mengerjakan 2 rakaat, bolehkah dilanjut 2 rakaat lagi setelah istirahat?

Boleh, selama masih dalam waktu Dhuha (belum masuk waktu Zuhur). Tidak ada ketentuan bahwa semua rakaat harus dikerjakan berturut-turut tanpa jeda.

❓ Apakah niat sholat Dhuha 4 rakaat berbeda dengan niat 2 rakaat?

Lafaz niatnya tetap sama — yaitu "2 rakaat sunnah Dhuha" — karena memang dikerjakan 2 rakaat per salam. Yang berbeda hanya frekuensi membaca niatnya: untuk 4 rakaat, niat dibaca dua kali (di awal masing-masing pasang 2 rakaat).

❓ Apakah sholat Dhuha 2 rakaat kurang afdhal dibanding 8 rakaat?

Secara pahala memang lebih banyak rakaat berarti lebih banyak pahala. Namun Nabi SAW sendiri mengajarkan bahwa amalan yang sedikit tapi istiqamah lebih dicintai Allah daripada yang banyak tapi tidak konsisten. Jadi seseorang yang sholat Dhuha 2 rakaat setiap hari tanpa pernah absen bisa lebih mulia di sisi Allah daripada yang sesekali sholat 12 rakaat.

❓ Pada waktu khusus seperti hari Jumat, apakah rakaat Dhuha berbeda?

Tidak ada perbedaan. Jumlah rakaat sholat Dhuha sama di semua hari — termasuk hari Jumat, hari raya, ataupun hari biasa. Sholat Dhuha tetap dikerjakan 2–12 rakaat sesuai kemampuan dan kebiasaan.

Penutup

Kini Anda sudah tahu jawaban lengkap atas pertanyaan "berapa rakaat sholat Dhuha?" — mulai dari yang minimal (2 rakaat) hingga maksimal (12 rakaat), beserta dalil hadits shahih, keutamaan, cara pengerjaan, dan rekomendasi praktisnya. Tidak ada alasan lagi untuk menunda memulai sholat Dhuha, karena bahkan 2 rakaat saja sudah membawa pahala yang luar biasa besar.

Mulailah dari 2 rakaat hari ini, kerjakan dengan istiqamah setiap pagi, dan rasakan sendiri bagaimana sholat Dhuha perlahan mengubah kualitas hari Anda — lebih tenang, lebih bersemangat, dan lebih berkah. Semoga Allah SWT memudahkan kita semua untuk istiqamah dalam amalan mulia ini.

0 Response to "Berapa Rakaat Sholat Dhuha? Penjelasan Lengkap 2–12 Rakaat Sesuai Sunnah Nabi SAW"

Posting Komentar