Banyak yang sudah tahu keutamaan sholat Dhuha, namun masih ragu tentang tata cara pelaksanaannya yang benar — terutama ketika ingin mengerjakan lebih dari 2 rakaat. Apakah caranya sama? Bagaimana urutan gerakan dan bacaannya? Surat apa yang dibaca? Bagaimana cara menggabungkan hingga 12 rakaat? Semua pertanyaan ini akan terjawab tuntas dalam panduan lengkap dari Kumpulan Doa ini — disertai bacaan Arab lengkap, latin, dan terjemahannya untuk setiap gerakan.
📖 Artikel Utama: Cara Sholat Dhuha yang Benar Beserta Niat, Tata Cara & Doa Lengkap Panduan induk sholat Dhuha — niat, gerakan, bacaan Arab tiap rukun, dan doa penutup →Persiapan Sebelum Mengerjakan Sholat Dhuha
Sebelum memulai sholat Dhuha, pastikan beberapa hal penting berikut sudah terpenuhi agar sholat sah dan diterima Allah SWT:
- ✅ Suci dari hadas besar dan kecil — sudah berwudhu dengan sempurna
- ✅ Pakaian, badan, dan tempat suci dari najis
- ✅ Menutup aurat — laki-laki: pusar hingga lutut; perempuan: seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan
- ✅ Menghadap kiblat (Ka'bah di Makkah)
- ✅ Dalam waktu Dhuha — setelah matahari naik ±15 menit hingga sebelum istiwa' (±08.00–11.30)
- ✅ Niat sudah dihadirkan di dalam hati
Ju'ilat liyal ardhu masjidan wa thahûrâ.
Tata Cara Sholat Dhuha 2 Rakaat — Panduan Lengkap Langkah demi Langkah
Berikut tata cara sholat Dhuha 2 rakaat secara lengkap dan detail, disertai semua bacaan dalam Arab, latin, dan artinya:
Niat Sholat Dhuha
Hadirkan niat di dalam hati, boleh juga dilafalkan pelan dengan lisan (sunnah):
Ushallî sunnatadh dhuhâ rak'ataini lillâhi ta'âlâ.
Takbiratul Ihram
Angkat kedua tangan sejajar telinga atau bahu, telapak tangan menghadap kiblat, ucapkan:
Allâhu Akbar.
Doa Iftitah (Sunnah)
Dibaca pelan setelah takbiratul ihram sebelum Al-Fatihah:
Allâhumma bâ'id baynî wa bayna khatâyâya kamâ bâ'adta baynal masyriqi wal maghrib. Allâhumma naqqinî min khatâyâya kamâ yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas. Allâhummaghsilnî min khatâyâya bil mâ'i wats tsalji wal barad.
Membaca Ta'awudz dan Basmalah, lalu Surah Al-Fatihah
A'ûdzu billâhi minasy syaithânir rajîm.
Bismillâhir rahmânir rahîm. Alhamdulillâhi rabbil 'âlamîn. Ar-rahmânir rahîm. Mâliki yawmid dîn. Iyyâka na'budu wa iyyâka nasta'în. Ihdinash shirâthal mustaqîm. Shirâthal ladzîna an'amta 'alayhim ghayril maghdûbi 'alayhim wa ladh dhâllîn.
Membaca Surat Pendek
Setelah Al-Fatihah, lanjutkan dengan surat pendek. Dianjurkan membaca Surah Asy-Syams pada rakaat pertama.
Wasy syamsi wa dhuhâhâ. Wal qamari idzâ talâhâ. Wan nahâri idzâ jallâhâ. Wal layli idzâ yaghsyâhâ. Was samâ'i wa mâ banâhâ. Wal ardhi wa mâ thahâhâ. Wa nafsin wa mâ sawwâhâ. Fa alhama hâ fujûrahâ wa taqwâhâ. Qad aflahamman zakkâhâ. Wa qad khâba man dassâhâ.
Rukuk
Angkat tangan sambil ucapkan Allahu Akbar, lalu membungkuk dengan punggung sejajar lantai, tangan memegang lutut, pandangan ke tempat sujud:
Subhâna rabbiyal 'azhîmi wa bihamdih. (dibaca 3 kali)
I'tidal (Bangkit dari Rukuk)
Bangkit sambil mengangkat tangan dan mengucapkan:
Sami'allâhu liman hamidah.
Setelah berdiri tegak, lanjutkan membaca:
Rabbanâ wa lakal hamdu hamdan katsîran thayyiban mubârakan fîh.
Sujud Pertama
Bertakbir lalu sujud dengan 7 anggota badan menyentuh lantai (dahi+hidung, dua telapak tangan, dua lutut, dua ujung kaki):
Subhâna rabbiyal a'lâ wa bihamdih. (dibaca 3 kali)
Duduk di Antara Dua Sujud
Bangkit dari sujud sambil bertakbir, duduk iftirasy (kaki kiri diduduki, kaki kanan ditegakkan):
Rabbighfirlî warhamni wajburnî warfa'nî warzuqnî wahdinî wa 'âfinî wa'fu 'annî.
Sujud Kedua
Bertakbir dan sujud kembali dengan bacaan yang sama:
Subhâna rabbiyal a'lâ wa bihamdih. (dibaca 3 kali)
↪ Setelah sujud kedua selesai pada rakaat pertama, berdiri untuk rakaat kedua. Ulangi dari langkah membaca Al-Fatihah.
Surat yang Dibaca pada Rakaat Kedua
Pada rakaat kedua, setelah Al-Fatihah dianjurkan membaca Surah Ad-Dhuha:
Wadh dhuhâ. Wal layli idzâ sajâ. Mâ wadda'aka rabbuka wa mâ qalâ. Wa lal-âkhiratu khayrun laka minal ûlâ. Wa la sawfa yu'thîka rabbuka fatardha. Alam yajidka yatîman fa âwâ. Wa wajadaka dhâllan fa hadâ. Wa wajadaka 'â'ilan fa aghnâ. Fa ammal yatîma fa lâ taqhar. Wa ammas sâ'ila fa lâ tanhar. Wa ammâ bini'mati rabbika fahaddits.
Tasyahhud Akhir
Setelah sujud kedua rakaat kedua, duduk tawaruk untuk tasyahhud akhir:
At-tahiyyâtul mubârakâtush shalawâtuth thayyibâtu lillâh. Assalâmu 'alayka ayyuhan nabiyyu wa rahmatullâhi wa barakâtuh. Assalâmu 'alaynâ wa 'alâ 'ibâdillâhish shâlihîn. Asyhadu an lâ ilâha illallâhu wa asyhadu anna Muhammadan rasûlullâh. Allâhumma shalli 'alâ Muhammad wa 'alâ âli Muhammad kamâ shallayta 'alâ Ibrâhîm wa 'alâ âli Ibrâhîm. Wa bârik 'alâ Muhammad wa 'alâ âli Muhammad kamâ bârakta 'alâ Ibrâhîm wa 'alâ âli Ibrâhîm fil 'âlamîn innaka hamîdun majîd.
Salam
Menoleh ke kanan lalu ke kiri sambil mengucapkan:
Assalâmu 'alaikum wa rahmatullâhi wa barakâtuh.
Surat yang Dianjurkan Dibaca Saat Sholat Dhuha
| Rakaat | Surat yang Dianjurkan | Boleh Juga |
|---|---|---|
| Rakaat Ganjil (1,3,5,7,9,11) | Asy-Syams (QS.91) | Al-Kafirun, Al-A'la, atau surat lain |
| Rakaat Genap (2,4,6,8,10,12) | Ad-Dhuha (QS.93) | Al-Ikhlas, Al-Kautsar, atau surat lain |
Tata Cara Sholat Dhuha 4 Rakaat
Empat rakaat sholat Dhuha dikerjakan dalam dua kali sholat, masing-masing 2 rakaat satu salam. Bukan empat rakaat sekaligus seperti sholat Zuhur.
Ushallî sunnatadh dhuhâ rak'ataini lillâhi ta'âlâ.
Tata Cara Sholat Dhuha 6, 8, dan 12 Rakaat
Prinsipnya sama — setiap 2 rakaat adalah satu sholat lengkap yang diakhiri salam. Berikut skema pengerjaan masing-masing:
Doa dan Dzikir Setelah Sholat Dhuha
Inilah penutup yang paling penting — doa Dhuha yang memohon rezeki halal dari segala penjuru:
Istighfar 3×
Astaghfirullâhal 'azhîm.
Tasbih, Tahmid, Takbir masing-masing 33×
Subhânallâh (33×) — Alhamdulillâh (33×) — Allâhu Akbar (33×)
Doa Sholat Dhuha (Utama)
Allâhumma innadh dhuhâ'a dhuhâ'uk, wal bahâ'a bahâ'uk, wal jamâla jamâluk, wal quwwata quwwatuk, wal qudrata qudratuk, wal 'ishmata 'ishmatuk. Allâhumma in kâna rizqî fis samâ'i fa anzilhu, wa in kâna fil ardhi fa akhrijah, wa in kâna mu'assaran fa yassirhu, wa in kâna harâman fa thahhirhu, wa in kâna ba'îdan fa qarribhu, bi haqqi dhuhâ'ika wa bahâ'ika wa jamâlika wa quwwatika wa qudratika, âtinî mâ âtayta 'ibâdakash shâlihîn.
Tabel Perbandingan Lengkap Tata Cara Tiap Jumlah Rakaat
| Aspek | 2 Rakaat | 4 Rakaat | 6 Rakaat | 8 Rakaat | 12 Rakaat |
|---|---|---|---|---|---|
| Jumlah salam | 1× | 2× | 3× | 4× | 6× |
| Baca niat | 1× | 2× | 3× | 4× | 6× |
| Tasyahhud awal | ❌ | ❌ | ❌ | ❌ | ❌ |
| Tasyahhud akhir | 1× | 2× | 3× | 4× | 6× |
| Doa Dhuha dibaca | 1× (akhir) | 1× (akhir) | 1× (akhir) | 1× (akhir) | 1× (akhir) |
| Estimasi waktu | ±8–10 mnt | ±15–20 mnt | ±25–30 mnt | ±30–40 mnt | ±50–60 mnt |
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- ❌ Mengerjakan 4 rakaat sekaligus tanpa salam — Sholat Dhuha wajib 2 rakaat per salam, tidak boleh 4 rakaat sekaligus seperti Zuhur
- ❌ Sholat di waktu terlarang — tepat saat matahari terbit atau tepat saat istiwa'
- ❌ Tidak membaca doa iftitah — memang sunnah, tapi banyak yang melewatkannya padahal bernilai besar
- ❌ Terburu-buru dalam gerakan — Rasulullah SAW pun pernah menegur sahabat yang terburu-buru; thuma'ninah (tenang) adalah rukun sholat
- ❌ Lupa membaca doa Dhuha setelah salam — ini adalah penutup yang paling berharga
- ❌ Mengerjakan di atas pukul 11.30 tanpa mengecek istiwa' — bisa-bisa sholat jatuh di waktu yang terlarang
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Tata Cara Sholat Dhuha
❓ Bolehkah mengerjakan sholat Dhuha 4 rakaat sekaligus tanpa salam di tengah?
Tidak boleh. Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan 2 rakaat per salam berdasarkan hadits Nabi SAW. Mengerjakan 4 rakaat sekaligus seperti Zuhur tidak sesuai dengan tuntunan sunnah dan bisa merusak keabsahan sholat.
❓ Apakah bacaan tasyahhud dalam sholat Dhuha sama dengan sholat fardhu?
Ya, bacaan tasyahhud akhir dalam sholat Dhuha sama persis dengan tasyahhud akhir dalam sholat fardhu — attahiyyat plus sholawat Ibrahimiyyah. Yang berbeda hanya tidak ada tasyahhud awal karena setiap sholat Dhuha hanya 2 rakaat.
❓ Apakah boleh mengganti Surah Asy-Syams dan Ad-Dhuha dengan surat lain?
Boleh. Anjuran membaca Asy-Syams dan Ad-Dhuha hukumnya sunnah, bukan wajib. Siapa pun boleh membaca surat lain yang dihafal — seperti Al-Ikhlas, Al-Kafirun, An-Nas, atau surat-surat lainnya. Sholat tetap sah.
❓ Bolehkah istirahat di antara pasangan 2 rakaat ketika mengerjakan 8 atau 12 rakaat?
Boleh. Tidak ada kewajiban mengerjakan semua rakaat tanpa jeda. Anda bisa mengerjakan 2 rakaat, beristirahat sebentar, lalu melanjutkan 2 rakaat berikutnya — asalkan masih dalam waktu Dhuha (belum masuk istiwa').
❓ Apakah thuma'ninah (diam sejenak) dalam gerakan wajib?
Ya, thuma'ninah adalah rukun sholat yang wajib. Artinya setiap gerakan — berdiri, rukuk, i'tidal, sujud, duduk — harus dilakukan dengan tenang dan tidak terburu-buru. Minimal berdiam selama semua anggota badan sudah stabil di posisinya sebelum pindah ke gerakan berikutnya.
📚 Baca Juga Artikel Sholat Dhuha Lainnya di Kumpulan Doa
- Doa Sholat Dhuha Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya yang Luar Biasa
- Berapa Rakaat Sholat Dhuha? Penjelasan Lengkap 2–12 Rakaat Sesuai Sunnah Nabi SAW
- Waktu Terbaik Sholat Dhuha yang Paling Mustajab — Jangan Sampai Salah Jam!
- 12 Keutamaan Sholat Dhuha yang Jarang Diketahui — Pembuka Rezeki, Penghapus Dosa & Pintu Surga
Penutup
Demikian panduan lengkap tata cara sholat Dhuha dari 2 rakaat hingga 12 rakaat — mulai dari persiapan, niat, takbiratul ihram, doa iftitah, Al-Fatihah, surat-surat yang dianjurkan, rukuk, i'tidal, sujud, tasyahhud, salam, hingga doa penutup yang penuh makna. Semua disertai bacaan Arab lengkap, latin, dan terjemahannya agar mudah dipahami dan dipraktikkan.
Mulailah hari ini dengan 2 rakaat. Besok tambah sedikit. Lusa lebih baik lagi. Istiqamah adalah kunci — dan semoga Allah SWT memudahkan kita semua untuk menjadikan sholat Dhuha sebagai amalan harian yang tidak pernah terlewat.
0 Response to "Tata Cara Sholat Dhuha 2 Rakaat hingga 12 Rakaat – Lengkap, Mudah Dipahami & Sesuai Sunnah"
Posting Komentar